Greeting

Tampilkan postingan dengan label Kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

Wah.., jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur


Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.

Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.

Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.

Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun. Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923.

Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus. Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.

Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011. Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.
Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.

"Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata."

Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.

Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu. Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone.
Sumber: situslakalaka.blogspot.com

Khomeini Pulang, Revolusi Iran di Mulai


Teheran. 1 Februari 1979 Imam Khomeini pulang dari pengasingan, dua bulan kemudian, April 1979, Khomeini mengumumkan berdirinya Republik Islam Iran.
Pada 32 tahun lalu, Ayatullah Khomeini kembali ke Iran tetelah lebih dari 14 tahun hidup di pengasingan. Pulangnya pemimpin kharismatik Syiah ini menjadi simbol dimulainya Revolusi Islam di Iran untuk menggulingkan kekuasaan monarki.

Stasiun berita BBC saat itu melaporkan, lebih dari lima juta warga berbaris di jalanan Teheran saat pemimpin Syiah Iran tersebut tiba di bandara Teheran dari Paris, Prancis

Khomeini diasingkan ke Irak pada tahun 1964 setahun setelah ia dipenjarakan oleh Shah Iran. Pada tahun 1978, Khomeini pindah ke Paris dan mulai menyusun gerakan revolusi Islamnya di ibukota Prancis tersebut.

Pada Januari 1979, gerakan revolusi yang dirancang Khomeini berhasil menggusur pemerintahan Shah Iran.

Setibanya di Iran, Khomeini terus melanjutkan gerakan revolusinya dan mulai mendukung milisi Islam yang pro kepadanya. Dua minggu kemudian, PM Shahpur Bakhtiar yang pro Shah mengundurkan diri dan Khomeini menunjuk Mehdi Bazargan sebagai perdana menteri yang baru.

Dua bulan kemudian, pada April 1979, Khomeini mengumumkan berdirinya Republik Islam Iran. Di dalam pemerintahan Iran yang baru ini, Ayatullah Khomeini berperan sebagai pemimpin tertinggi sekaligus pemimpin spiritual Iran. Khomeini meninggal pada bulan Juni 1989, sepuluh tahun sejak kepulangannya ke Iran.
Sumber: VIVAnews.com

Senin, 31 Januari 2011

Informasi SNMPTN 2011 Panitia Lokal Bandung


Panitia Lokal Bandung Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPMTN Panlok Bandung) yang terdiri atas Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), siap melaksanakan kegiatan SNMPTN 2011.



INFO UMUM SNMPTN 2011

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada perguruan tinggi melalui pola seleksi secara nasional dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.



Berdasarkan hasil rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 4 November 2010, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2011 merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak. SNMPTN 2011 akan dilaksanakan melalui (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan.



SELEKSI CALON MAHASISWA 2011

* SNMPTN (minimal 60%)

o Jalur Undangan (minimal 10%)

o Jalur Tertulis & Keterampilan (minimal 20%)

* Seleksi Mandiri (minimal 40%)



SNMPTN JALUR UNDANGAN

Untuk dapat menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA seluruh Indonesia perlu dilakukan seleksi secara nasional melalui suatu kepanitiaan SNMPTN jalur undangan yang bertujuan :

1. Mendapatkan mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA.

2. Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.

3. Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana seleksi awal di tingkat sekolah.



SYARAT SISWA JALUR UNDANGAN

Ketentuan Umum

1. Jalur undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.

2. Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.

3. Peserta Jalur Undangan adalah sekolah yang telah terdaftar pada sistem database SNMPTN Tahun 2010 dan diprioritaskan memiliki akrediatsi A atau B

4. Sekolah Peserta Jalur Undangan yang mengirimkan siswa pelamar terbaiknya untuk diseleksi menjadi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diminati.

Persyaratan SiswaPelamar

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK dari sekolah yang telah terdaftar pada sistem database SNMPTN Tahun 2010 dan diprioritaskan dari sekolah yang sekurang-kurangnya memiliki akreditasi B.

2. Siswa yang sedang duduk di kelas 12.

3. Siswa yang memiliki prestasi akademik serendah-rendahnya berperingkat 25% terbaik di kelasnya secara konsisten.

4. Siswa yang memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.



TATA CARA PENDAFTARAN UNDANGAN

1. Panitia SNMPTN Jalur Undangan menginformasikan kepada sekolah tentang pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana SNMPTN Jalur Undangan.

2. Kepala Sekolah harus membaca dan memahami seluruh ketentuan dan prosedur SNMPTN Jalur Undangan yang termuat dalam laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id, terutama yang berkaitan dengan persyaratan dan daya tampung program studi di masing-masing PTN.

3. Kepala Sekolah secara proaktif mendaftarkan profil sekolahnya melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id untuk mengikuti SNMPTN Jalur Undangan untuk mendapatkan user name dan password serta jumlah siswa yang dapat diusulkan mengikuti SNMPTN Jalur Undangan.

4. Kepala Sekolah mengisi data prestasi akademik siswa dengan menggunakan user name dan password secara on-line melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id.

5. Kepala Sekolah memberikan Nomor Pendaftaran dan Password yang didapatkan dari sistem kepada siswa pelamar yang direkomendasikan.

6. Siswa Pelamar yang telah didaftarkan oleh Kepala Sekolah membayar uang pendaftaran ke Bank dengan menunjukkan Nomor Pendaftaran.

7. Siswa Pelamar dengan menggunakan Nomor Pendaftaran dan Password mengisi biodata, pilihan PTN dan program studi, mengunggah (upload) dokumen-dokumen yang dipersyaratkan, dan mencetak Kartu Bukti Pendaftaran, melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id.



JADWAL SELEKSI JALUR UNDANGAN

Pendaftaran : 1 Februari – 12 Maret 2011

Pengumuman Hasil : 18 Mei 2011

Registrasi : 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011



PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN

1. Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati.

2. Siswa pelamar dapat memilih program studi yang diminati pada masing-masing PTN yang dipilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) dan tidak bergantung pada kesesuaian jurusan asal sekolah pelamar.

3. Urutan pilihan program studi merupakan prioritas pilihan.

4. Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN Jalur Undangan tahun 2011 dapat dilihat pada laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN yang dipilih siswa pelamar.



Biaya pendaftaran SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2011 sebesar Rp. 175.000,- (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah).



SNMPTN JALUR UJIAN TULIS DAN KETRAMPILAN

PERSYARATAN DAN KETENTUAN

Seleksi

1. Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2009, 20010 dan 2011. Bagi lulusan tahun 2009 dan 2010, memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara dan bagi lulusan tahun 2011 telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pas photo yang bersangkutan dan dicap.

2. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.

3. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

Penerimaan

Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus ujian tertulis/keterampilan SNMPTN 2011, sehat dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.



CARA PENDAFTARAN UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN

Cara pendaftaran SNMPTN jalur ujian tertulis/keterampilan dilakukan oleh calon peserta secara online melalui internet dari manapun.



LINTAS WILAYAH

Peserta ujian dapat memilih Program Studi di setiap PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian. Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat Program Studi atau Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pilihannya. Peserta dapat memilih lokasi ujian yang dikehendaki.



JENIS UJIAN

· Ujian Tertulis

a. Tes Potensi Akademik (TPA)

b.Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP):

i. Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

ii. Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.

iii. Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

· Ujian Keterampilan untuk program studi olah raga dan seni.



PENYELENGGARAAN UJIAN KETERAMPILAN UNTUK PROGRAM STUDI OLAH RAGA DAN SENI

Peserta ujian yang memilih program studi Keolahragaan dan/atau Kesenian diwajibkan mengikuti Ujian Keterampilan yang dilaksanakan dua hari setelah pelaksanaan ujian tertulis. Peserta Ujian Keterampilan dapat mengikuti ujian di perguruan tinggi negeri (PTN) yang memiliki program studi yang mempersyaratkan Ujian Keterampilan sesuai dengan pilihan peserta atau PTN terdekat dari tempat pendaftaran peserta yang memiliki program studi yang mempersyaratkan Ujian Keterampilan sesuai dengan pilihan peserta. Program studi penyelenggara secara lengkap dapat dilihat pada Daftar Program studi di laman (website) SNMPTN 2011.



JADWAL UJIAN

Ujian Tertulis



Selasa, 31 Mei 2011 : Tes Potensi Akademik

Tes Bidang Studi Dasar



Rabu, 1 Juni 2011 : Tes Bidang Studi IPA

Tes Bidang Studi IPS



Ujian Keterampilan

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2011.



PEMBOBOTAN HASIL UJIAN

Program Studi yang tidak mengadakan Ujian Keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:

Tes Potensi Akademik (TPA) : 30%

Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%

Program studi yang mengadakan Ujian Keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:

Program studi keolahragaan:

a) Ujian Tulis : 50%

b) Ujian Keterampilan : 50%

Program studi kesenian:

c) Ujian Tulis : 40%

d) Ujian Keterampilan : 60%



PENILAIAN HASIL UJIAN TERTULIS

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:



Jawaban BENAR


:


+ 4

Jawaban SALAH


:


- 1

Tidak Menjawab


:


0

Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan dengan nilai mata ujian lainnya. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.



KELOMPOK UJIAN TERTULIS

Kelompok ujian SNMPTN terbagi menjadi 3 (tiga):

a. Kelompok Ujian IPA

b. Kelompok Ujian IPS

c. Kelompok Ujian IPC

Setiap peserta dapat mengikuti kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.



KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN

1. Program Studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.

2. Setiap peserta kelompok ujian IPA/IPS dapat memilih maksimal dua program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.

3. Setiap peserta kelompok ujian IPC dapat memilih maksimal tiga program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.

4. Urutan pilihan Program Studi merupakan prioritas pilihan.

5. Peserta ujian yang memilih hanya satu program studi boleh memilih program studi dari PTN di wilayah mana saja (lintas wilayah).

6. Peserta ujian yang memilih dua program studi atau lebih, salah satu program studi tersebut harus merupakan program studi dari PTN yang berada satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan yang lain dapat merupakan program studi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah).

7. Daftar program studi, daya tampung tahun 2011, dan jumlah peminat tahun 2010 akan dicantumkan dalam Buku Panduan Peserta yang dapat dilihat di laman (website) http://www.snmptn.ac.id.



BIAYA UJIAN TERTULIS DAN KETERAMPILAN

1. Rp150.000,00 (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPA atau Kelompok IPS.

2. Rp175.000,00 (Seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPC ( IPA + IPS).

3. Rp150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta per ujian keterampilan bagi yang memilih program studi yang mempersyaratkan ujian keterampilan.

4. Biaya tersebut disetor ke Bank Mandiri. Biaya yang sudah disetor tersebut tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.



MEKANISME PENDAFTARAN UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN

Pendaftaran online dapat dilakukan dari manapun melalui website http://www.snmptn.ac.id dengan tata cara sebagai berikut:

1. Calon peserta membayar biaya ujian pada tanggal 2 - 24 Mei 2011 melalui Loket/ATM/Internet Banking Bank Mandiri.

2. Ketika melakukan pembayaran, calon peserta harus memasukkan nomor kartu identitas calon peserta (KTP/SIM/Paspor Indonesia/Kartu Keluarga) dan memilih kelompok ujian yang dikehendaki (IPA/IPS/IPC). Khusus bagi yang menggunakan paspor sebagai identitas diri, pembayaran hanya dapat dilakukan melalui Loket atau Internet Banking.

3. Setelah melakukan pembayaran, calon peserta akan menerima bukti pembayaran yang berisi: (a) Nomor Identitas calon peserta, dan (b) PIN SNMPTN sepanjang 10 karakter.

PERHATIAN: Nomor Identitas dan PIN SNMPTN ini bersifat sangat rahasia, tidak boleh diperlihatkan pada orang lain dan hanya dapat dipergunakan untuk melakukan pendaftaran online satu kali saja. Konsekuensi kelalaian menjaga kerahasiaan informasi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon peserta.

4. Calon peserta melakukan pendaftaran secara online (melalui Internet) dengan mengunjungi website dengan alamat http://www.snmptn.ac.id dan memilih menu Pendaftaran. Untuk melakukan pendaftaran secara online, calon peserta harus menyiapkan :

· Bukti pembayaran.

· Kartu identitas yang dipakai ketika melakukan pembayaran.

· Fotokopi ijazah/tanda lulus.

· File pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 cm (terbaru), berformat JPG atau PNG, dengan ukuran maksimum 100 KB.

5. Calon peserta harus melakukan Login dengan memasukkan Nomor Identitas dan PIN SNMPTN yang tercantum dalam bukti pembayaran.

6. Calon peserta mengisi borang (formulir) pendaftaran online sesuai dengan petunjuk yang ada secara benar. Semua informasi yang diisikan dalam borang ini harus benar. Kesalahan/kecurangan dalam pengisian borang ini berakibat pembatalan penerimaan di PTN yang dituju.

7. Calon peserta harus menyimpan dan mencetak file Kartu Bukti Pendaftaran online.

8. Calon peserta menandatangani Kartu Bukti Pendaftaran tersebut. Kartu Bukti Pendaftaran yang telah ditandatangani berlaku sebagai Kartu Tanda Peserta SNMPTN 2011. Kartu ini harus disimpan dengan baik dan dibawa ketika mengikuti ujian. Calon peserta telah resmi dinyatakan sebagai peserta ujian SNMPTN 2011.



Tutorial tatacara pendaftaran ujian tertulis/keterampilan dapat diunduh (download) di website dengan alamat http://www.snmptn.ac.id mulai tanggal 25 Januari 2011.



PENGUMUMAN HASIL UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN

Hasil ujian tertulis/keterampilan diumumkan di website dengan alamat http://www.snmptn.ac.id yang dapat diakses pada hari Kamis, 30 Juni 2011 mulai pukul 00.00 WIB.





Alamat Kontak:

Sekretariat SNMPTN

Gedung LABTEK V ITB, Jl. Ganesha No. 10

T./F. 022-2511999

T. 79555080




Social Media:

E-mail: snmptn_bdg@yahoo.com

YM: snmptn_bdg



Panitia SNMPTN Lokal Bandung,



Asep Gana Suganda

Sekretaris Eksekutif

Sumber: www.upi.edu

Rabu, 19 Januari 2011

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidak produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat.
Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.

Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). Oleh karena itu, sudah seharusnya kurikulum, saat ini, memberikan perhatian yang lebih besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat, ahli pendidikan, para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa, seminar, dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji, bahwa kebutuhan itu, secara imperatif, adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional.

Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai lembaga pemerintah, terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. Keinginan masyarakat dan kepedulian pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa, akhirnya berakumulasi pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah, paling tidak untuk masa 5 (lima) tahun mendatang. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Di sadur dari: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pusat Penelitian dan Pengembangan Kurikulum Kementrian Pendidikan Nasional.

Selasa, 18 Januari 2011

MASALAH PERGANTIAN KURIKULUM DI INDONESIA

Oleh: Sriyanto, MPd.*)

Pada tahun, 1994 filosofi pendidikan menempatkan pengembangan intelektual pada pengertian logical-mathemathical intelligence (Hasan, 2008). Sementara itu, manusia memiliki kemampuan intelektual yang beragam tidak hanya pada kemampuan intelektual dalam arti logical-mathemathical intelligence saja (Novack, 1977). Dimensi-dimensi intelektual lainnya yang harus dikembangkan dalam pendidikan, menurut Hasan (2008), dalam mata pelajaran tidak boleh terbatas hanya mengembangkan pada satu dimensi intelektual disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran.

Perkembangan filosofi pendidikan di Indonesia setelah diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ditinjau dari sisi konten masih mengacu pada filosofi kurikulum esensialisme dan perenialisme, yang memberikan beban kepada peserta didik untuk menguasai kompetensi yang dipersyaratkan oleh disiplin ilmu. Seperti dalam kurikulum IPS, kompetensi dari disiplin ilmu sosial menjadi jelas prioritasnya, harus dimiliki oleh peserta didik. Sedangkan kemampuan lain untuk hidup di masyarakat dan bermasyarakat seperti komunikasi, kepedulian sosial, kemampuan mengidentifikasi dan mengembangkan solusi penyelesaian masalah, kemampuan hidup di masyarakat yang penuh dengan kemajuan teknologi, sikap kritis, dan semangat kebangsaan tidak menjadi kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik.

Pendidikan adalah usaha mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik, potensi cipta, rasa, dan karsanya agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cira-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, harmonis, dinamis, guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan (Phenix, 1964). Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Topik utama dalam filsafat pendidikan umumnya dikelompokkan dengan kategorisasi, hubungan antara tujuan hidup dan tujuan pendidikan; konsep pendidikan, mendidik dan dididik; guru dan pendidik sebagai pribadi/SDM; fungsi, tugas dan nilai sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dan pranata sosial; makna pendidikan dalam jangka panjang sebagai investasi nasional (Rasyidin, 2008: 19). Uraian singkat berikut ini mencoba menganalisis filosofi pendidikan di Indonesia yang didasarkan pada mazhab filsafat pendidikan secara terus menerus perlu disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Masalah filsafat pendidikan, terjadi di sekitar pertanyaan, apakah pendidikan, untuk apa pendidikan, dan apa saja ciri pendidikan yang terbaik? Aliran filsafat pendidikan yang berkait erat dengan nilai pendidikan dalam konteks sosio-budaya suatu Negara, terdapat mazhab filsafat pendidikan humanisme, perenialisme, esensialisme, progresivisme, dan rekonstruksionisme (Rasyidin, 2008:19).

Aliran filsafat pendidikan di bawah ini dikembangkan dari filsafat pendidikan progresif dan konservatif, meliputi: (1) Filsafat pendidikan pragmatisme, aliran filsafat pendidikan ini sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Lahir di Amerika dengan tokoh utamanya adalah John Dewey, Wiliam James, dan Charles Sandre Peirce; (2) Filsafat pendidikan progresivisme, sebenarnya progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Tokoh-tokohnya antara lain: William O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff; (3) Filsafat pendidikan esensialisme, esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda; (4) Filsafat pendidikan perenialisme, merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakteraturan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji; dan (5) Filsafat pendidikan rekonstruksionisme, merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil.

Filosofi yang dipergunakan dalam pengembangan kurikulum di Indonesia masih terbatas pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Filosofi ini terus digunakan meskipun kurikulum di Indonesia sering mengalami pergantian, sehingga dapat dikatakan bahwa proses pengembangan kurikulum selalu menghasilkan kurikulum yang sama. Perbedaan hanya terjadi dalam cara pengemasan konten kurikulum dan proses pembelajaran. Sebagai contoh misalnya dalam kurikulum sejarah tahun 1994 tidak terlepas dari filosofi esensialisme dan perenialisme ini, yang memiliki sifat nomothetic ilmu yang bersifat universal dan menganggap lingkungan sekitar sebagai bagian dari universalisme tersebut. Sehingga peserta didik belajar berdasarkan pada kenyataan yang telah dianggap benar oleh disiplin ilmu-ilmu sosial tersebut, akibatnya mereka tercerabut dari akar budaya dan lingkungannya. Berdasarkan pada filosofi tersebut kurikulum sejarah bertujuan agar peserta didik memahami kebenaran sejarah berdasarkan pada konsep nomothetic, yang memiliki kebenaran universal.

Berdasarkan pada filosofi esensialisme dan perenialisme, penentuan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) bertentangan dengan prinsip pengembangan kompetensi pendidikan. SKL adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik dan inti dari kompetensi adalah ability to perform (Hasan, 2007). Kurikulum harus secara tegas menyikapi bahwa peserta didik bukan belajar untuk kepentingan mata pelajaran tetapi mata pelajaran adalah untuk medium mengembangkan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan banyaknya materi yang harus dipelajari diganti dengan pendekatan cara belajar sesuai dengan pernyataan it is not a matter how much you have learned but a matter of how you learn it. Secara teknis filsafat rekonstruksi sosial, dapat menjadi alternative, sebab melalui filsafat ini masyarakat dijadikan sumber dan juga dijadikan objek dalam belajar. Masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan keunggulan masyarakat dapat dijadikan materi pelajaran. Dengan perubahan ini maka kurikulum tidak menutup dindingnya terhadap masyarakat tetapi menjadikan masyarakat sebagai dasar untuk mengembangkan proses belajar dan sebagai sumber belajar.

Meskipun demikian, sebagaimana perlu ada revisi terhadap filsafat progresif dan rekonstruksi sosial yang digunakan, diperlukan pula revisi terhadap tujuan, materi, proses belajar, dan evaluasi yang dikembangkan. Keterampilan-keterampilan dalam bidang teknologi tertentu dan vokasional tertentu yang dibutuhkan oleh suatu lingkungan budaya dijadikan konten utama kurikulum. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism), kelompok "romanticism" (romantic naturalism), "existentialism" maupun "progressive" (experimentalism, reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi (Hasan, tt). Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya, karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. Walaupun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting, mending or reconstructing the existing conditions of the life of community".

Pandangan rekonstruksi sosial di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu, pengembangan intelektualitas, atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Pendidikan haruslah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). Artinya, pendidikan merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya, masyarakat, dan bangsanya di masa mendatang.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 memberikan kewenangan kepada masing-masing daerah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Berhembusnya angin demokratisasi dan reformasi di Indonesia, maka kurikulum pendidikan mengalami perubahan yang cukup signifikan dari yang sentralistis menjadi desentralistis. Kurikulum inibertujuan agar peserta didik dalam pembelajarannya berorientasi pada lingkungan sekitarnya, sehingga mereka tidak tercerabut dari lingkunganya. Dengan demikian masing-masing daerah dapat menggali potensi untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran. Potensi masing-masing daerah ini tentu saja tetap mengacu pada standar yang telah ditentukan pemerintah pusat, sehingga dalam mengembangkan kurikulum masing-masing satuan pendidikan berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan dilaksanakan tidak hanya sekedar transfer of knowledge, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan sikap sebagai aspek penting dalam komponen kompetensi. Kompetensi dalam aspek keterampilan dan sikap membutuhkan waktu perkembangan yang lama dan terus menerus, yang tidak dapat dikuasai dalam one short meeting.
*) Penulis: Guru Mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Sukadana, Pemerhati Pendidikan dan sekarang sedang melanjutkan pendidikan S3 di Pasca Sarjana UPI Bandung.

Rabu, 12 Januari 2011

Jadwal UN SMA Tahun 2011

Berikut jadwal UN SMA Tahun Pelajaran 2010/2011.




Semoga Bermanfaat ...!
Sumber: POS UN Tahun Pelajaran 2010/20111, BSNP di posting lg oleh http://bliwayan.wordpress.com.

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Perum Wijaya Permai 2