Greeting

Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Nabi AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Nabi AS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Beberapa Peninggalan Rasulullah SAW






Subhanallah, melihat beberapa peninggalan dari Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, terbayang kesahajaan hidup dan perjuangan beliau dalam membela dan menegakkan dienulloh. Semoga sholawat dan salam senantiasa terlimpah kepadanya, keluarganya dan para shahabtnya serta para pengikutnya hingga akhir zaman, Amiin!.

Adam Manusia Pertama di Muka Bumi


Hakikat Manusia menurut Islam Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah
SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi
fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan
bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah,
seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-
macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam
proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir
sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari
sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya
berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini
ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah
filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para
manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang
sempurna dan paling mulia.
Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan
secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai
mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus
kita kaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu
kesempurnaan berupa akal dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-
mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan
kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat
diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut
dengan khalifah. Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-
Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau
khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. SIAPAKAH MANUSIA Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu : Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus. Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus.

Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis). Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya. Beberapa Definisi Manusia : 1. Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia. 2. Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan 3. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya. 4. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi- miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAHLUK LAIN. Manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan.Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain. Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya.Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70. Diantara karakteristik manusia adalah :
1. Aspek Kreasi
2. Aspek Ilmu
3. Aspek Kehendak
4. Pengarahan Akhlak
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA Allah SWT berfirman dalam surat Ad-dzariyat:56 bahwasannya:”Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk mengabdi kepadanya”mengabdi dalam bentuk apa?ibadah dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya seperti tercantum dalam Al-qur’an لإِ سَنْاوَّ جِ ْا تُقْ َخَمَوَِ ودُبُعْ يَِ “Sesungguhnya telah ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.” Perintah ataupun tugas yang diberikan oleh Allah kepada manusia dalam beribu- ribu macam bentuk dimulai dari hal yang paling kecil menuju kepada hal yang paling besar dengan berdasarkan dan berpegang kepada Al-qur’an dan hadist didalam menjalankannya.Begitupun sebaliknya dengan larangan-larangannya yang seakan terimajinasi sangat indah dalam pikiran manusia namun sebenarnya balasan dari itu adalah neraka yang sangat menyeramkan,sangat disayangkan bagi mereka yang terjerumus kedalamnya.Na’uudzubillaahi min dzalik FUNGSI DAN PERANAN MANUSIA Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :
1.Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54).
2.Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)
3.Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 )

Rabu, 03 Agustus 2011

IBRAHIM: Sosok Pemuda Ideal


Oleh : M. Iman Taufiqurrahman

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud ra, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah berkaitan dengan “masa muda”. Bagaimana engkau pergunakan masa mudamu itu?. Tidak sedikit manusia yang menggunakan masa mudanya sebagai masa untuk berhura-hura, berpoya-poya, bahkan ditenggelamkan dalam pesta narkoba atau pergaulan bebas (naudzu billah).

Ibrahim AS adalah sosok Pemuda yang ditampilkan Al-Qur’an sebagai uswah (contoh) terbaik dalam menghabiskan masa mudanya dalam limpahan kasih sayang Allah Ar-Rahman. Kisah Ibrahim muda ini dicatat dalam QS Al-Anbiya (21) ayat 51-70.

PEMUDA YANG TERCERAHKAN
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (QS Al-Anbiya (21):25)

Ibrahim As adalah pemuda yang dianugerahi Allah SWT “Hidayah Kebenaran”. Beliau hidup ditengah keluarga pembuat “patung berhala”, tetapi hidayah kebenaran yang telah menerangi jiwanya, sehingga jiwanya mampu menentukan kesalahan bapaknya si pembuat berhala dan bahkan mampu menemukan akar kesalahan itu dari “penguasa tiran” Kerajaan Namrudz.

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" (QS 21:26). Pernyataan ini adalah pernyataan tegas dari insan yang telah “tercerahkan” jiwanya dengan tauhid hingga mampu menemukan dan menunjukan kesyirikan massal suatu bangsa. Kersyirikan “nasionalisme” yang dilambangkan oleh patung-patung made in Azzar sebagai bapaknya sendiri.

Kejernihan akaldan hatinya, sanggup menerobos tradisi syirik bangsanya yang telah terjadi berabad abad lamanya. Mendobrak tradisi-tradisi jahiliyyah yang sudah menjadi akar budaya di masyarakat. Perhatikanlah dialog Ibrahim dengan kaumnya:
[21:53] Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".
[21:54] Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata".
[21:55] Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?"
[21:56] Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".
Sikap kritis Ibrahim adalah implikasi jiwa yang tercerahkan dengan Tauhidullah.

PEMUDA YANG BERANI
Ibrahim muda bukan hanya sanggup berpikir kritis tetapi juga “berani karena benar”. Sikap kritis Ibrahim kepada kaumnya yang kolot, menuai ancaman serius [21:55]. Tetapi Ibrahim malah membuat langkah-langkah serius perlawanan [21:57], dirancanglah sebuah siasat gerakan perlawanan.

Langkah dan rancangan perlawanan Ibrahim bukan hanya rencana diatas kertas, tetapi sampai di implementasikan dalam langkah riil. Pemuda Ibrahim kemudian menghancurkan berhala-berhala kerajaan Namrudz, kecuali yang terbesar [21:58]. Simbol perlawanan serius mulai dilancarkan Pemuda Ibrahim.

Tentu langkah ini tak akan mampu dilaksanakan oleh manusia pengecut, yang takut ancaman dari penguasa tiranik. Langkah sarat resiko, penuh bahaya,… ditempuh Ibrahim sebagai Pemuda Pemberani. Ibrahim tidak memendam rasa takut sedikitpun kepada manusia. Yang ditakutinya hanyalah adzab Allah.

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Perum Wijaya Permai 2