Greeting

Senin, 31 Januari 2011

Revolusi Melati Tunisia dalam Perspektif Barat


Revolusi melati yang dilancarkan rakyat Tunisia berhasil melengserkan rejim diktator Zeine El Abidin Ben Ali yang telah berkuasa sekitar 23 tahun,meskipun dengan berbagai strategi coba dipertahankannya oleh berbagai kalangan yang sangat diuntungkan selama Ben Ali berkuasa di negeri produksen kurma terbesar di dunia tersebut.Kroni kroninya dan para elite politik yang sudah lama menikmati gratifikasi yang diberikan Ben Ali tentu saja enggan meninggalkan begitu saja berbagai fasilitas serta kemewahan tersebut.Perdana Menteri Tunisia,Mouhammed Ghannouchi yang sudah berkuasa sejak tahun 1999 bersama sama Zeine El Abedin Ben Ali menyarankan supaya Dewan Konstitusi Tunisia menunjuk Ketua Palemen Foued Mebezza sebagai presiden sementara Tunisia.Dan anjuran tokoh kepercayaan Ben Ali tersebut sesuai dengan konstitusi Tunisia pasal 56 dan 57 yang sesungguhnya muncul bukan atas aspirasi rakyat negeri yang terhimpit Aljazair dan Libya itu.Meskipun Mouhammed Ghannauchi segera menyerukan pembekuan kekuasaan Zeine El Abedin Ben Ali dengan mengadopsi kasus liburan definitif kepresidenan,namun kurang mendapat tanggapan posistif dari rakyat yang sudah lama menderita dibawah suatu rejim diktator Tunisia.

Sesuai konstitusi Tunisia ,pemilihan umum akan digelar enampuluh hari kedepan,serta kebebasan pers dan kebebasan berkumpul serta mengeluarkan pendapat didepan umum ,hak asasi manusia akan dijamin negara.Rakyat Tunisia masih belum yakin terhadap segala janji tersebut,dan mereka menolak keikutsertaan Partai pemerintah yang berkuasa sebelumnya dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan enam puluh hari kedepan.Suatu harga yang harus dibayar dengan sangat mahal oleh rakyat dalam proses pelengseran rejim diktator Tunisia itu,tidak mau kehilangan momentum yang memberikan peluang kembalinya rejim diktator pimpinan Ben Ali atau diktator baru di Tunisia.Karenanya mereka mengecam masyarakat internasional ,terutama negara negara Eroupa yang sampai kinipun belum ada satupun diantaranya yang mengakui keberhasilan rakyat Tunisia tersebut.Memang negara negara Eropa dan AS masih mengkhawatirkan terhadap kesuksesan revolusi melati di Tunisia,karena mereka belum mengetahui dengan jelas siapa dalang tokoh intelektual dibalik keberhasilan rakyat Tunisia dalam menjungkalkan Ben Ali.Bisa diprediksikan sekiranya revolusi melati rakyat Tunisia disponsori oleh orang orang yang menurut perspektif Barat tersebut merupakan kelompok kelompok muslim fundamentalis ,ataupun terdiri dari orang orang yang simpati kepada al Qaeda maka dukungan Barat terhadap rakyat Tunisia tidak kunjung datang.Bahkan sebaliknya,tidak mustahil negara negara Eropa atau AS justeru akan berupaya mengembalikan kembali Zeine El Abedin Ben Ali ketampuk kekuasaannya di Tunis,ataupu paling tidak tokoh karbitan Barat yang bisa meredam perjuangan rakyat Tunisia sebagaimana mereka lakukan terhadap Hamas(Palestina),FIS(Aljazair)dan Taliban di Afghnistan.Tudingan bahwa di kawasan Afrika utara juga sudah terdapat para pengikut al Qaedah pimpinan Osamah bin Laden,yang kononnya pernah melancarkan beberapa serangan terhadap kepentingan Barat di Aljazair,Maroko ,Nigeria .Beberapa minggu yang lalu terjadi penculikan terhadap warga Perancis di Nigeria,yang gagal diselamatkan oleh pasukan komando Perancis.Dalam konteks ini pula Nicolas Sharkazie menolak permintaan Zeine El Abedin Ben Ali untuk mendarat di wilayah Perancis,padahal secara historis Tunisia sudah banyak berbuat bagi kepentingan Perancis .

Sikap dingin dan kehati hatian para politisi negara negara Eropa dan Paman Sam dalam memandang masalah Tunisia tersebut bisa dimaklumi,karena sekarangpun berbagai komponen masyarakat di negara negara Arab sudah terpengaruh oleh keberhasilan raktyat Tunisia dalam menggulingkan rejim diktator Ben Ali,yang telah memicu aksi aksi rakyat di Yordania,Mesir,Aljazair,Yaman. Dan aksi aksi serupa juga akan terus bergulir melawan rejim rejim monarchi diktator Arab lainnya,seperti Maroko,Saudi Arabia .Bagi tetangga Tunisia seperti halnya Libya dan Aljazair sangat khawatir terhadap kemenangan rakyat Tunisia atas Ben Ali tersebut,karenanya kecuali Kolonel Muhammad Ghaddafi yang mengecam gerakan rakyat di negara tetangganya,sementara pemimpin negara negara Arab lainnya masih belum bersikap kemungkinan saja mereka masih menunggu bagaimana sikap negara negara Eropa dan AS.Karena para pemimpin negara negara Arab tersebut merupakan sekutu sangat penting dan strategis AS dan Eropa di kawasan itu.AS dan negara negara Eropa tidak akan mengakuinya sebelum mengetahui siapa tokoh intelektual dibalik penggulingan Zeine El Abedine Ben Ali di Tunisia tersebut,sebab pengakuannya akan berdampak sangat luas terhadap rejim rejim diktator Arab lainnya.Karenanya baik AS maupun negara negara Eropa sanagat hati hati dalam menyikapi pergolakan rakyat Tunisia .
Sumber: kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Perum Wijaya Permai 2