Greeting

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Antara Dua Mata Uang


Pernah berfikir tidak mengapa nilai Rupiah kita berbeda Dengan nilai Dolar Amerika. Berikut Alasan mengapa ada perbedaan nilai matauang di antara dua negara

(1) kekuatan dan potensi ekonomi dua negara pemilik matauang tersebut,
(2) jumlah uang, baik yang beredar aktif maupun yang pasif dari masing-masing mata uang

Selanjutnya nilai tukar antar mata uang akan selalu berubah-ubah dipengaruhi oleh:
(1) tingkat inflasi di kedua negara,
(2) tingkat resiko masing-masing negara,
(3) tingkat sukubunga simpanan di kedua negara,
(4) preferensi terhadap mata uang tertentu, dan yang paling menentukan adalah
(5) tingkat pasokan dan permintaan mata uang asing tersebut di negara setempat.

Rabu, 12 Oktober 2011

Cara Terbaik Menjalankan Bisnis


Cara Terbaik Menjalankan Bisnis

Banyak orang yang ingin menjadi pebisnis andal tetapi sulit untuk memulai bisnis. Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk menjalankan Bisnis dengan baik, yaitu:

1. Ketrampilan melihat peluang usaha yang ada disekitar Anda
Terkadang kita lengah terhadap peluang usaha di sekitar kita. Oleh karena itu, langkah awal untuk merintis bisnis adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan ketrampilan melihat peluang usaha di sekitar kita

2. Kesediaan dan keberanian menanggung risiko bisnis yang mungkin terjadi.
Banyak orang yang tidak berani untuk memulai bisnis karena takut bangkrut atau gagal. Ini yang menyebabkan orang tidak dapat menjalankan bisnisnya dengan baik atau bahkan tidak berani untuk memulai. Anda harus berani untuk melangkah.

3. Pemahaman dasar tentang model bisnis Anda.
Anda harus tahu bagaimana model bisnis anda agar dapat menjalankan dengan baik.

4. Aktif menjaga reputasi
Menjaga reputasi bisnis yang sudah jalan lumayan berat. Oleh karena itu, tantangan bagi anda untuk menjaga bisnis anda agar tetap maju.

5. Mengembangkan network Anda sebagai pendukung kelangsungan bisnis Anda

Dengan demikian, anda akan menjadi pebisnis yang andal karena telah menjalan bisnis anda dengan baik serta mempertahankannya untuk tetap menjadi lebih baik


Sumber:
http://id.shvoong.com

Sabtu, 10 September 2011

Potensi Wilayah Tasikmalaya Selatan


Kabupaten Tasikmalaya terletak di bagian tenggara Propinsi Jawa Barat, dengan koordinat 07o10-07o49 LS dan 107o56-108o80 BT, dengan batas sebelah barat Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Majalengka dan Kab. Garut, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ciamis.
Luas wilayah Kab. Tasikmalaya 2.712,49 Km2. Secara administratif terbagi kedalam 39 Kecamatan dan 351 Desa, jumlah penduduk tahun 2006 1.743.324 jiwa dengan kepadatan penduduk ssebesar 757,38 per km2. Luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya adalah 268.090 ha. Adapun penggunaan lahan tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 49.662 ha dan lahan darat/bukan sawah seluas 218.428 ha. Karakteristik topografi wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat bervariasi yang terdiri dari zona pegunungan, perbukitan dan pedataran. Wilayah tertinggi adalah gunung Galunggung yang terletak 1.600 m.dpl dan terendah adalah di sepanjang pesisir pantai Samudera Indonesia. (Sumber : Kab. Tasikmalaya Dalam Tahun 2009).
Kabupaten Tasikmalaya memiliki garis pantai sepanjang 59,5 KM tapi pemanfaatan potensi bisnis kelautan Kabupaten Tasikmalaya masih sangat kecil, yaitu kurang dari 3%, dibandingkan dengan potensi sesungguhnya. Kontribusi sektor tersebut terhadap PDB masih sangat rendah jika dibandingkan dengan kontribusi sektor usaha lain, yaitu kurang dari 2%, padahal potensi bisnis kelautan khususnya perikanan cukup besar. Potensi perikanan meliputi potensi kegiatan penangkapan ikan, budidaya perikakanan serta pengolahan hasil perikanan.

Budidaya perikanan laut maupun budidaya perikanan air payau masih belum dilakukan sepenuhnya. Potensi bagi kegiatan budidaya di Tasikmalaya Selatan, antara lain tersedia kurang lebih 200 hektar untuk tambak dan kurang lebih 1500 hektar biocrate. Potensi tersebut baru 12 hektar yang dimanfaatkan. Sedangkan untuk budidaya laut sama sekali belum dilakukan, potensi untuk budidaya laut lebih kurang 1000 hektar terdapat disekitar Nusamanuk-Cikalong.

Pemanfaatan potensi bisnis kelautan merupakan suatu peluang untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat Tasikmalaya bagian selatan yang relatif lebih rendah apabila dibandingkan dengan kondisi ekonomi masyarakat bagian utara. Permasalahannya, pengembangan komoditas kelautan ini berkaitan dengan investasi yang dibutuhkan untuk satu satuan usaha memerlukan dana yang sangat besar, sehingga tidak akan terjangkau oleh para petani/nelayan yang selama ini bergerak dibidang yang bersangkutan. Disamping permasalahan tersebut prasarana yang tersedia, seperti pelabuhan dan infrastruktur transportasi masih minim, akibatnya aksebilitas hasil perikanan sulit untuk menjangkau pasar. Adapun komoditas kelautan yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Tasikmalaya, yaitu:Udang karangIkan, kerapu, Ikan kakap, dan Udang windu.

Dalam rangka turut mengembangkan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal melaksanakan pelatihan Perawatan mesin kapal ikan dan pelatihan penangkapan ikan yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 18 Juni 2011, sebagai peserta dari pelatihan tersebut adalah dari kelompok-kelompok nelayan di daerah kecamatan Cipatujah dan Cikalong yang merupakan sentra nelayan Kabupaten Tasikmalaya.

Pelatihan Perawatan Mesin Kapal Ikan di fokuskan pada mesin tempel yang dominan digunakan oleh nelayan di daerah Kab. Tasikmalaya, dengan proporsi praktek 70 % teori dan 30 % membuat peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan.Materi pelatihan tersebut antara lain tentang pengoperasian dan perawatan motor tempel serta analisa kerusakan.

Tidak kalah semangatnya dengan peserta mesin, animo peserta pelatihan penangkapan ikan yang dalam kesempatan ini difokuskan pada alat tangkap Rawai Dasar juga sangat tinggi. Degan alat tangkap rawai dasar diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya ikan demersal seperti Ikan karang jenis Kerapu, kakap dan lain sebagainya yang menjadi tangkapan nelayan di daerah Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya diajarkan cara menangkap ikan yang ramah lingkungan, tapi juga dikenalkan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam melayarkan kapal seperti GPS (Global Position System) dan Fish Finder.

Kegiatan Safari Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kabid. Kelautan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya Ir. Rita Setiyawati, MP dan bertempat di Aula Wisma Mutiara Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya pada hari Senin 13 juni 2011. Hadir dalam acara tersebut yaitu Camat Cipatujah, Camat Cikalong dan Jajaran dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya. Dalam sambutannya, Kabid Kelautan berjanji akan terus mengembangkan sektor kelautan guna menunjang perekonomian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di bagian selatan, selain itu Dinas juga terus melakukan terobosan guna terwujudnya Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kawasan Minapolitan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Safari pelatihan oleh Balai pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal diharapkan tercipta sumberdaya manusia yang berkualitas dan handal dalam memanfaatkan potensi perikanan di Kabupaten Tasikmalaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi serta kesejahteraan nelayan.

Referensi:
http://www.puslat.kkp.go.id

Rabu, 24 Agustus 2011

Memahami Krisis Ekonomi Amerika & Akar Penyebabnya


Perusahaan-perusahaan raksasa Amerika bertumbangan. Pemerintah terpaksa menyiapkan dana talangan 700 milyar dollar. Semuanya akibat sistem kapitalisme liberal sebagaimana halnya di Indonesia.

----------

Apa sesungguhnya yang terjadi? Krisis ini bermula dari macetnya kredit perumahan di Amerika karena ternyata para pemilik rumah memang tak mampu membayar cicilan kredit. Kemacetan itu merembet ke mana-mana, terutama menimbulkan krisis keuangan di Amerika, dan kemudian berdampak ke berbagai belahan dunia.

Di Amerika, krisis ini menyebabkan harga rumah turun sampai 16%, angka pengangguran meningkat bersama meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan-perusahaan yang terguncang krisis. Penjualan rumah macet.

Maka berbagai lembaga keuangan raksasa yang bangkrut, seperti disebut di atas, umumnya adalah perusahaan yang terlibat dalam pemberian kredit, penjaminan kredit, dan asuransi kredit perumahan subprime mortgage.

Tapi ketika Maret 2008, The Fed membantu Bear Stearns, bank investasi di Wall Street, 29 milyar dollar, untuk kemudian dikawinkan dengan JP Morgan, banyak pengamat yang meramalkan krisis telah berakhir. Alasannya, meski rendah, toh buktinya ekonomi Amerika masih terus tumbuh.

Sampai 6 bulan kemudian, September 2008, Fanny Mae dan Freddie Mac tersungkur dan harus disuntik 200 milyar dollar. Lalu disusul bankrutnya Lehman Brothers dan sejumlah raksasa lainnya. Oleh karena itu tampaknya sekarang tak ada ahli yang berani meramalkan sampai kapan krisis ini berakhir.

Meski pemerintah akan memborong saham bermasalah itu, seperti ditulis Profesor Paul Krugman, pengajar ekonomi Princeton University di The New York Times, 19 September lalu, “Pertanyaannya, apakah itu dilakukan dengan benar?’’. Yang pasti, krisis ini sudah berlangsung setahun lebih dan Krugman menyebutnya sebagai slo-mo crisis alias krisis dengan gerak lambat (slow motion).

Nouriel Roubini, ekonom dari Stern School of Business, New York University, menunjuk Jepang yang sudah 10 tahun mengalami stagnasi ekonomi, bisa dijadikan contoh untuk menarik banyak pelajaran. Maka kata Roubini, “Kereta api resesi sudah meninggalkan stasiun, tapi ia bisa berjalan satu setengah tahun atau bisa juga lima tahun.’’

Dampak yang ditimbulkannya juga terus menggelembung. Pada Juli 2007, Ketua The Fed, Ben Bernanke, menghitung krisis ini akan menimbulkan kerugian tak sampai 100 milyar dollar. Nyatanya sekarang dibutuhkan dana 700 milyar dollar untuk menjamin kredit macet (bad debt). Beberapa ahli meramalkan jumlah itu akan membengkak menjadi 1 triliun dollar atau lebih.

Apa yang terjadi di Amerika ini menjadi pelajaran berharga. Inilah bukti bahwa sistem kapitalisme laissez-faire yang liberal itu selalu menyebabkan krisis, mulai krisis ekonomi terparah di tahun 1929, sampai krisis lainnya, dan terakhir krisis subprime mortgage ini.

Para ahli sepakat sekarang bahwa krisis ini disebabkan tak adanya regulasi yang mengatur pasar saham Wall Street. Di dalam ideologi kapitalisme liberal, regulasi adalah barang haram. Oleh karena itu mantera yang harus terus diamalkan adalah deregulasi.

Dan itu dilaksanakan di Amerika sejak pemerintahan Presiden Ronald Reagan, di tahun 1980-an. Reagan menggunakan sistem kapitalisme untuk menghadapi sistem ekonomi terpusat dari komunisme, musuh Amerika dan Barat dalam Perang Dingin pada waktu itu.

Di zaman Presiden Clinton, misalnya, regulasi yang sudah ada sejak Great Depression, yang melarang bank komersial memperluas aktivitasnya dalam berbagai kegiatan finansil lain seperti investasi dan asuransi, dideregulasi alias dinyatakan tak berlaku. Apalagi ketika Alan Greenspan menjadi pemimpin The Fed, deregulasi demi deregulasi dilakukan. Sehingga iklim di sekitar pasar keuangan dan modal Amerika memang sangat bebas. Alan Greenspan pun dipuji-puji setinggi langit, termasuk oleh koran-koran utama di Indonesia.

Dalam sistem kredit perumahan, misalnya, kredit diberikan kepada orang di luar kemampuannya. Dan itu banyak sekali terjadi. Maka ketika tiba waktunya, terang saja pembayaran kredit itu macet. Parahnya kredit-kredit macet itu bisa menjadi surat berharga – obligasi, bond, surat utang, dan sebagainya – dengan nilai tinggi. Ia terjual laris-manis ke mana-mana ke seluruh dunia.

Maka dalam editorial 20 September lalu, koran terkemuka Amerika, The New York Times dengan sangat keras mengecam sistem kapitalisme liberal yang ditrapkan pemerintahan Presiden Bush sebagai sumber malapetaka ini. Menurut editorial itu, rakyat Amerika harus diberi tahu kebenaran yang fundamental bahwa krisis yang sekarang menerpa Amerika terjadi sebagai hasil sebuah kesengajaan dan kegagalan sistematik dari pemerintah untuk mengatur dan memonitor aktivitas bankir, kreditor, pengelola dana (hedge funds), asuransi dan pemain pasar lainnya.

Kegagalan pengaturan itu, pada masanya, didasari pada kepercayaan suci dari pemerintahan Bush bahwa pasar dengan tangan silumannya bekerja dengan sangat baik ketika ia dibiarkan sendiri, mengatur dirinya sendiri, mengawasi dirinya sendiri. ‘’Negeri ini sekarang harus membayar mahal harga khayalan itu,’’ tulis editorial tersebut.

Maka berbagai penjaminan, penalangan, yang sekarang dilakukan pemerintah, menurut editorial tersebut, hanya langkah pertama. Setelah itu, yang harus dilakukan adalah bekerja keras untuk membuat regulasi yang dibutuhkan oleh sebuah sistem keuangan yang terpercaya.

Regulasi? Istilah itulah selama ini yang dimusuhi kelompok Mafia Berkeley di Indonesia yang dipimpin Profesor Widjojo Nitisastro. Sejak krisis tahun 1998, Indonesia melalui pemaksaan oleh IMF dan Bank Dunia yang dibantu kaum Mafia Berkeley, mentrapkan sistem kapitalisme liberal di Indonesia. Sejak itu berbagai regulasi dihabisi: Bulog dibubarkan, Pertamina dikempeskan, impor dibebaskan, maka banyak rakyat mati kelaparan.

Indonesia yang kaya sumber daya alam, sekarang adalah surga untuk perusahaan asing, terutama Amerika Serikat. Mereka menguasai mayoritas ladang minyak dan gas kita. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terbukti di dunia internasional sekarang lagi berkibar, di Indonesia dijual.

Soalnya, menurut ideologi ini semua perusahaan harus diprivatisasi alias diswastakan. Karena undang-undang yang amat liberal maka sumber daya air, pelabuhan, dunia pendidikan, akan bebas dimasuki pemain asing. Padahal di Amerika Serikat saja, Dubai Port dari Timur Tengah tak bisa mengelola pelabuhan di Amerika Serikat sekali pun sudah menang tender.

Menteri-menteri penting adalah penganut sistem kapitalisme liberal. Malah Sri Mulyani, menteri paling berkuasa dalam kabinet SBY-JK adalah orang IMF. Jadi meski pun disebutkan IMF tak ada lagi di Indonesia, yang sebenarnya terjadi bahwa IMF sudah masuk dalam kabinet SBY-JK.

Makanya Presiden SBY, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan kawan-kawannya pendukung sistem kapitalisme liberal di Indonesia, sebaiknya membaca editorial The New York Times tadi. Dengan demikian mereka maklum bahwa sebagaimana Amerika Serikat, Indonesia hanya menunggu giliran akan terjerembab di dalam krisis yang sama, karena sistem kapitalisme liberal yang mereka terapkan.

Sekarang saja, Indonesia sudah mulai merasakan imbas krisis di Amerika dengan jatuhnya indeks di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Apalagi, siapa pun tahu, bahwa para pemain di BEJ didominasi asing. Kalau mereka menarik investasi jangka pendek itu karena suatu keperluan di negerinya yang sedang dilanda krisis, BEJ bisa jadi pasar loak.
Tapi yang pasti, sistem kapitalisme yang dianut pemerintahan SBY-Kalla, cuma menguntungkan segelintir kaum pemodal besar. Kekayaan mereka melonjak berlipat-ganda. Sementara mayoritas rakyat bertambah miskin. Itu sudah terbukti selama ini dan terjadi di mana saja sistem kapitalisme dipraktekkan, termasuk di Amerika Serikat. Lihat bagaimana rakyat kecil mati terjepit karena berebutan zakat, mati karena kurang gizi atau kelaparan. Itulah yang terjadi selama ini.

*Penulis adalah Direktur Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta

sumber: www.hidayatullah.com

Minggu, 05 Juni 2011

10 Rahasia Sukses Orang Jepang


Setelah belajar rahasia sukses orang yahudi, saya browsing kembali untuk mengetahui rahasia sukses orang Jepang. Hampir sama isi diurutan teratas search engine. Tulisan dibawah ini saya copy dari http://momentku.com/10-rahasia-sukses-orang-jepang. Yuk, mari kita belajar dari rahasia sukses orag jepang.

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).
Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak teman saya yang paling besar sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.



Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Sumber : cantikayu8.wordpress.com

Rahasia Sukses China


Siapa yang tidak tahu China, raksasa Asia kini menjelma menjadi raksasa dunia dengan berbagai kemajuan di setiap dimensi kehidupan, dari ekonomi, budaya, peradaban, olah raga sampai kepada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, apa sebenarnya yang menjadi rahasia dibalik kesuksesan China tersebut?. Bagaimanakah cara menciptakan peradaban yang begitu agung, megah dan maju pesat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

Buku ”China Negara Raksasa Asia, Rahasia Sukses China Menguasai Dunia ” berusaha menyingkap rahasia dibalik kemajuan China. Kemajuan China dalam berbagai bidang, khususnya ekonomi mampu mencuri perhatian dunia. Bagaimanapun juga, dunia tercengang dengan perekonomian China yang melesat begitu cepat, jauh melebihi perkembangan perekonomian dunia pada umumnya. Tidak heran bila dari Presiden Hu Jintao dalam forum tahunan konferensi Boao di Hainan pada tahun 2004 pernah mengatakan bahwa perekonomian China tumbuh sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi China ini- lanjut Hu Jintao adalah karena investasi China yang datang dari dalam dan luar negeri dalam jumlah yang luar biasa.

Sebagai contoh, Jika pada 1985 investasi China hanya mencapai $ 1 miliar, maka pada 2002 investasi ini mampu menembus angka $ 50 miliar lebih. Lewat investasi ini China membangun perekonomianya lewat sektor industri, infrastruktur, dan properti. Dari sektor inilah perekonomian China mampu tumbuh pesat hingga mencapai sekitar 7-8 persen setiap tahun. Wajar bila Ekonom CSIS (Center For Strategic And International Studies)Marie Eka Pangestu dalam acara seminar di kantor CSIS mengatakan bahwa China adalah naga raksasa china yang akan segera menggeser Amerika.

kemajuan yang dicapai China sekarang ini tidak bisa lepas dari akar sejarah peradaban China yang telah dibangun selama ribuan tahun. Peradaban China lahir dari zaman Dinasti Sang (1766-1122 SM), Dinasti Zou (1122-256 SM), Dinasti Qin(221-206 SM), Dinasti Han (206 SM-221 M), Dinasti Sui (581-618 M), Dinasti Tang (618-906 M), Dinasti Song (960-1268), Dinasti Yuan (1279-1368 M), Dinasti Ming (1368-1644 M), Dinasti Qing (1644-1912 M) hingga zaman modern ini.

Selama kurun waktu tersebut China telah membangun peradabannya secara eksis, meski mengalami pasang naik dan pasang surut. Tidak salah bila Pearl Pearl S Buck, dalam ”The Good Earth” melukiskan tentang peradaban China yang dinilai menyimpan sejuta khasanah peradaban. ”Mengapa China mampu bertahan adalah karena penduduknya mampu membangun suatu peradaban yang praktis sehingga tidak mudah hancur. Peradaban ini tidaklah selalu memiliki struktur yang ketat. Orang china, disamping bukan termasuk orang yang mudah berubah, merupakan orang yang mampu menyesuaikan ketika tiba saatnya berubah. Pada dasarnya, orang China adalah orang yang praktis. Mereka tak terlalu terikat pada adat istiadat, atau tradisi, atau bahkan agama, hanya karena memang demikian. Tatkala mereka melihat bahwa ada sesuatu yang tak beres, mereka segera mengubahnya”. Tulisnya.

Namun, peradaban China bisa bertahan sedemikian kuat bukan tanpa sebab. Bagi penulis, peradaban China banyak dipengaruhi oleh pemikiran konfusius yang diajarkan oleh guru bangsa China, Kong Fuzi yang lahir pada tahun 551-472 SM di zaman Dinasti Zou(1122-256 SM). Kong Fuzi adalah ahli filsafat yang mengajarkan tentang prinsip kehidupan berdasarkan moral kebajikan(Ren). Ajaran kebajikan ini mendasari lahirnya filsafat konfusius yang menjadi landasan masyarakat China dalam ber-adat istiadat dan tatakerama (li) dan gaya hidup(Dao) untuk berkarya tanpa pamrih dan rela berkorban untuk orang lain.

Dengan spirit ajaran konfusius, masyarakat China mencapai puncak kejayaan. Sepeninggalnya konfusius, beragam berbagai cabang ilmu pengetahuan ditemukan. Salah satunya adalah di bidang teknologi, seperti ditemukannya kertas semasa Dinasti Han, alat gerobak di era Dinasti Wu, peta semasa Dinasti Jin, kompas semasa Dinasti Song, dan sederet penemuan lainnya.

Meski demikian, Ajaran konfusius tidak mendapat dukungan terus menerus dari para pemimpin China. Sewaktu China memasuki masa penyatuan dengan berdirinya Republik Rakyat China (RRC) di bawah kepemimpinan Mao Ze Dong, pada tanggal 1 Oktober 1949, ajaran konfusius pernah ditentang habis-habisan. Bagi Mao Ze Dong, konfusius adalah sebuah ajaran yang menghambat kemajuan China. Ia menilai konfusius adalah bentuk warisan feodal dan sarat kapital.

Itulah sebabnya, Mao melakukan gerakan revolusi dengan melibatkan kaum buruh tani sebagai kekuatan revolusioner dalam membangun kekuatan komunis China. Revolusi ini kemudian dikenal dengan istilah revolusi kebudayaan proletar. Untuk mewujudkan revolusi ini, maka berbagai proyek industri dibangun. Seperti pabrik peleburan baja di Wuhan dan Baodou(Mongolia Dalam), Pabrik Baja di Anshan, Pabrik mobil di Zhangzhun, pabrik traktor di Louyang dan Harbin serta pabrik pengilangan minyak di Lanzhou. Namun, yang menjadi ironis, revolusi ini telah menelan korban 250.000 hingga 500.000 jiwa akibat penderitaan fisik dan jiwa dari kamp-kamp kerja paksa.

Tahun 1976 Mao wafat. Kepemimpinan China kemudian dipegang Deng Xiaoping. Deng melakukan kebijakan reformasi melalui sistem tanggung jawab(Zerenzhi). Dalam sistem ini setiap pekerja tani tidak lagi bekerja bersama dalam sebuah komune, melainkan melakukan perjanjian dengan pemerintah administratif setempat untuk mengerjakan sebidang tanah tanah dan mendapatkan keuntungan langsung. Perlahan, tapi pasti, perekonomian China mengalami peningkatan. Tahun 1982 saja, Pendapatan petani mengalami kenaikan sebesar 6,6 persen setahun. Kebijakan reformasi Deng menimbulkan perekonomian China akhirnya berkembang pesat dari tahun ke tahun. tahun 1978-1995, misalnya GDP China tumbuh 8 persen. Begitu pula dengan tahun berikutnya yang berkembang begitu pesat Bagi Ainurrofiq, keberhasilan kepemimpinan Deng ini tidak lepas dari ajaran konfusius yang menjadi prinsip gerakan Deng dalam setiap pengambilan kebijakan.

Buku ini merupakan jejak rekam perjalanan China hingga mampu mencapai puncak kejayaan. Sebuah buku yang berusaha menguak fenomena keajaiban China dalam abad modern melalui kajian antropologis dan sosiologis.

Sumber: catatan-gume.blogspot.com

Rahasia Sukses Pengusaha Singapura


Singapura, atau yang biasa dijuluki sebagai Negeri Kepala Singa, dikenal bak negeri impian. Tempat favorit bagi kalangan berduit, dengan segala fasilitas serba wahid. Keberadaan Singapura memang membuat iri para tetangga, terutama Indonesia.

Betapa tidak, meski hanya memiliki daratan seluas 704 km2, bersama Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan, negara ini menjadi salah satu dari empat macan Asia. Tidak hanya itu, negara ini mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17,9 % pada pertengahan pertama 2010. Singapura juga pemilik cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.

Dengan populasi penduduk yang berjumlah 5 juta jiwa dan luas area daratan yang disebut di atas, maka republik yang pada masa lalu dikenal dengan nama Tumasik ini menjadi negara terpadat kedua setelah Monako. Selain itu, bisnis dan perdagangan menjadi andalan pemerintah dan masyarakat Singapura dalam mengais dollar. Sebuah pilihan jitu yang terbukti mampu mendongkrak perekonomian negeri ini.

Tidak mengherankan jika selain menjadi kawasan paling diminati investor asing, Singapura juga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha (towkay) andal yang semakin menegaskan kemakmuran negeri ini. Salah satu towkay tersebut adalah Ah Chuan, penulis buku berjudul lengkap Towkay Ho Seh Boh?: Rahasia Sukses dan gaya Hidup Konglomerat Singapura.

Berisi empat puluh delapan jurus ampuh seorang towkay Singapura dalam membangun bisnis, meniti jalan kepada kesuksesan dan kekayaan. Meski dikemas dengan penuh humor dan cara yang ringan, buku ini tetap menggambarkan kenyataan menjadi seorang towkay sejati, termasuk nilai-nilai mendasar dan pola pikir untuk menjadi seorang seperti itu. Sebagaimana pepatah mengatakan; sambil menyelam minum air, dengan buku ini sambil mencari pelajaran berharga, pembaca juga akan tertawa terpingkal-pingkal dengan gaya penulis.

Menurut Ah Chuan, bagi seorang towkay, arti keberadaan dirinya adalah keberadaan bisnisnya. Hidupnya adalah bisnisnya, dan bisnisnya adalah hidupnya. Ini berarti bahwa pada saat kita memutuskan akan menjadi towkay dan memulai bisnis, kita bukan menjalankan sembarang bisnis, melainkan bisnis hidup kita. Bisnis yang penuh makna. Sehingga tidak mengeherankan jika semua towkay yang sukses didorong oleh kecintaan yang membara (passion). Di sinilah makna pekerjaan ditemukan.

Dengan kata lain, bisnis kita adalah teater hidup kita. Semua bisnis semestinya seperti bisnis pertunjukan. Kita adalah sang pemilik teater, sang sutradara, sekaligus sebagai aktor. Kita harus menyerahkan segenap kemampuan demi menyuguhkan penampilan yang terbaik karena tidak seorang pun mau menonton pertunjukan yang menjemukan. Semua orang ingin dihibur dan terpesona. (halaman 21)

Demikianlah filosofi menjadi seorang towkay. Pemahaman terhadap filosofi ini sangat penting agar totalitas dapat terbentuk. Setelah memahami arti menjadi seorang towkay, maka yang diperlukan berikutnya agar menjadi towkay yang tulen adalah harus memiliki impian dan cita-cita.

Seorang towkay harus seorang pemimpi besar yang memerlukan motivasi dosis tinggi untuk menggerakkannya dalam hidup. Namun, motivasi harus datang dari cita-cita karena motivasi sebanyak apa pun tidak akan bisa mendorong orang yang tidak memiliki cita-cita dalam hidupnya. Prinsipnya adalah seseorang miskin bukan karena tidak memliki uang, keahlian, atau pengetahuan, melainkan cita-cita. (halaman 49)

Menariknya, berbeda dengan kebanyakan motivator yang menekankan untuk menjadi nomor satu dalam bisnis Ah Cuan justru sebaliknya. Menurutnya, menjadi nomor satu benar-benar tidak realistis karena tempat itu hanya satu, untuk diisi satu orang. Menjadi nomor satu atau dua hanyalah permainan angka bagi pengusaha yang egois. Meskipun memiliki ambisi besar memang penting, kita tetap harus realistis.

Banyak orang yang terobsesi menjadi nomor satu mulai melakukan diversifikasi dan mengembangkan bisnis mereka hanya demi perluasan saja, sampai bisnis inti mereka terlupakan. Inilah awal kejatuhan mereka. Karena itu, hasrat menjadi nomor satu tidaklah sehat. Sehingga jangan berusaha menjadi nomor satu dalam segala hal, tetapi berikan kemampuan terbaik Anda dalam apa pun yang Anda lakukan.

Dengan demikian, buku setebal seratus tujuh puluh tujuh halaman ini akan memberikan kepada kita gambaran yang realistis tentang bagaimana dan apa arti menjadi seorang towkay di negeri Singa. Sebuah profesi yang kini tengah digalakkan pemerintahnya terhadap generasi muda, yang tecermin melalui program kewiraswastaan di semua tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga universitas. Sebuah kebijakan yang patut ditiru oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Secara demografi maupun populasi, Singapura mungkin jauh di bawah Indonesia. Namun, berkat keseriusan pemerintahannya yang berhasil membawa bersih, kerja keras dan disiplin terhadap aturan, Singapura berhasil mengeliminasi segala keterbatasannya menjadi potensi. Tak mengherankan pula jika mayoritas penduduk kaya Singapura adalah para towkay alias pengusaha, bukan pejabat negara.

____________________________________

Sumber: Kompas
Judul Buku: Towkay Ho Seh Boh?
Penulis: Ah Chuan
Penerbit: Ufuk Press
Penerjemah: Meda Satrio
Cetakan: Pertama, Februari 2011
Tebal: 177 Halaman

10 Negara Terkaya Di Dunia

Majalah bisnis terkemuka AS, Global Finance kembali merilis data terbaru daftar negara kaya dan miskin di seluruh dunia.

Majalah ini menampilkan 182 negara di seluruh dunia dari yang paling kaya hingga paling miskin. Negara terkaya ditempati oleh Qatar dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita US$90.149 atau Rp811 juta per tahun pada 2010. Sedangkan negara paling miskin dipegang oleh Republik Congo dengan PDB per kapita hanya US$342 atau Rp3 juta setahun. Itu setara Rp256 ribu per bulan.

Metode yang digunakan untuk menentukan kekayaan negara adalah membandingkan standar hidup penduduk satu negara secara keseluruh dengan menggunakan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang didasarkan pada paritas atau keseimbangan daya beli secara internasional.

Ini mengukur standar hidup antar negara dengan menggunakan indikator biaya hidup relatif, inflasi, serta nilai tukar suatu negara yang dikonversi ke mata uang bersama (dolar internasional, dolar AS)

Dari deretan negara terkaya dunia, berikut ini profil ringkas 10 negara paling kaya di dunia.

1. Qatar

Qatar menempati urutan pertama sebagai negara terkaya di dunia dengan PDB per kapita sebesar US$90.149 atau Rp811 juta per tahun pada 2010. Qatar merupakan salah satu negara kaya minyak dan gas di kawasan Timur Tengah, bahkan merupakan eksportir gas terbesar di dunia. Total luas wilayah 11.586 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 1,15 juta jiwa pada 2009.

Yang menarik, Qatar merupakan satu-satunya wakil dari wilayah Arab yang berada di jajaran 10 negara terkaya dunia. Total cadangan devisa hanya US$19,8 miliar pada November 2009. Dengan produk domestik bruto US$52,7 miliar pada 2008, perekonomian Qatar mengandalkan pada industri yang bertumpu pada industri minyak dan gas.

2. Luxemburg

Luxemburg menempati posisi kedua sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita US$79.411 atau Rp715 juta per tahun. Luxemburg merupakan negara kecil di dunia dengan luas cuma 2.500 kilometer persegi. Jumlah penduduknya juga sangat sedikit, hanya 490 ribu orang pada 2006.

Luxemburg dikenal sebagai salah satu negara yang mengandalkan perekonomian dari pusat jasa dan layanan finansial, dimana banyak orang kaya dunia menyimpan duitnya. Lebih dari 86 persen PDB Luxemburg senilai US$54 miliar bersumber dari industri jasa. Meski begitu, di Luxemburg juga dikenal sejumlah industri top dunia, seperti ArcelorMittal (baja), RTL Group (media), Evras Group (material) dan Tenaris (migas).

3. Norwegia

Norwegia menduduki posisi ketiga sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita sebesar US$52.964 atau Rp477 juta per tahun. Negara yang terletak di bagian utara benua Eropa ini, jumlah penduduknya sangat sedikit, cuma 4,7 juta jiwa menempati wilayah seluas 323 ribu kilometer persegi.

Norwegia merupakan negara eksportir minyak dan produk turunannya, mesin dan peralatan, logam, kimia, kapal dan perikanan. PDB Norwegia mencapai US$449 miliar pada 2008 dengan mengandalkan pada industri dan jasa. Sejumlah perusahaan besar asal Norwegia adalah Statoil (minyak dan gas), Telenor (telekomunikasi), Yara International (kimia) dan Orkla (makanan dan minuman.

4. Singapura

Singapura menempati posisi keempat dengan PDB per kapita sebesar US$52.840 atau Rp475 juta per tahun. Singapura yang terletak di kawasan Asia Tenggara merupakan negara pulau kecil, dengan luas hampir setara dengan Jakarta. Luas Singapura hanya 699 kilometer persegi, sedangkan luas Jakarta 661 kilometer persegi. Namun, jumlah penduduk Singapura cuma 4,75 juta jiwa.

Total cadangan devisa negara ini US$187 miliar pada akhir Desember 2009 dan total produk domestik bruto sebesar US$181 miliar pada akhir 2008. Singapura mengandalkan pendapatan sebagai pusat jasa dan layanan finansial di Asia. Banyak orang kaya Asia, termasuk Indonesia yang menyimpan dananya di negeri ini.

5. Brunei Darussalam

Brunei merupakan salah satu negara kecil di kawasan Asia Tenggara. Luas wilayah 5.765 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 400 ribu orang. Total PDB per kapita penduduk Brunei adalah US$48,7 juta atau Rp438 juta per tahun.

Dengan total PDB sebesar US$11,5 miliar, perekonomian Brunei mengandalkan pada industri minyak dan gas. Negeri kerajaan yang dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah, salah satu orang terkaya di dunia merupakan negara yang memiliki kekayaan minyak melimpah.

6. Amerika Serikat

Menempati urutan keenam sebagai negara paling kaya dunia, Amerika Serikat juga dikenal sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dengan total PDB US$14 triliun, belum ada satu negara pun yang menandingi keperkasaan ekonomi AS. Ratusan perusahaan dari AS juga masuk dalam jajaran top perusahaan multinasional dunia, sebut saja di antaranya Google, Yahoo, Facebook, Microsoft, Exxon, Cevron, Wal Mart, Citigroup, JP Morgan Chase dan seterusnya.

Dengan ratusan perusahaan kelas dunia, meski memiliki populasi 308 juta jiwa, penduduk Amerika rata-rata masuk deretan warga paling makmur dunia. Total PDB per kapita AS adalah US$47,7 ribu atau Rp429 juta per tahun.

7. Hong Kong

Hong Kong merupakan salah satu wakil dari Asia, selain Singapura dan Brunei yang menempati deretan 10 teratas negara terkaya dunia. Dengan PDB per kapita US$44,8 ribu atau Rp403 juta per tahun, Hong Kong menempati urutan ketujuh di dunia.

Dengan luas wilayah 1.104 kilometer persegi, Hong Kong memiliki populasi sebanyak 7,1 juta jiwa. Dengan total PDB sebesar US$215 miliar, perekonomian Hong Kong (92 persen) sangat mengandalkan pada industri jasa dan layanan, khususnya finansial. Total cadangan devisa US$255 miliar pada desember 2009. Sejumlah perusahaan kakap asal Hong Kong adalah Hutchison Whampoa, Jardine Matheson, China Mobile dan Cnooc.

8. Swiss

Dengan PDB per kapita US$43,9 ribu atau Rp395 juta per tahun, Swiss menempati posisi kedelapan sebagai negara terkaya dunia. Menempati wilayah seluas 41 ribu kilometer persegi, salah satu negara di Eropa ini memiliki jumlah penduduk 7,3 juta jiwa.

Perekonomian Swiss juga bergantung pada sektor jasa finansial dan industri dengan total PDB sebesar US$488 miliar pada 2008. Swiss juga dikenal sebagai negara tempat orang-orang kaya dunia menyimpan hartanya. Sejumlah perusahaan ternama asal Swiss adalah Nestle, Credit Suisse Group, Zurich Financial Services, dan Roche Holding.

9. Belanda

Belanda menempati posisi kesembilan sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita sebesar US$40,6 ribu atau Rp365 juta per tahun. Menempati luas 41 ribu kilometer persegi, wilayah Belanda dihuni oleh 16,8 juta jiwa penduduk pada 2009.

Perekonomian Belanda juga bergantung pada sektor jasa dan industri dengan total PDB sebesar US$860 miliar pada 2008. Sejumlah perusahaan top asal Belanda yang mendunia adalah Royal Dutch Shell, Unilever, ING Group dan Royal Philips Electronics.

10. Australia

Australia menempati posisi kesepuluh sebagai negara terkaya dunia dengan PDB per kapita US$39,4 ribu atau Rp354 juta per tahun. Total luas wilayah Australia mencapai 7,6 juta kilometer persegi dengan jumlah penduduk 21,5 juta jiwa.

Dengan total PDB sebesar US$1.015 triliun, perekonomian Australia bergantung pada sektor jasa dan industri. Sejumlah perusahaan besar asal Australia adalah ANZ Bank, Rio Tinto, Telstra.

Sumber: http://www.blognya-musthofa.co.cc

Singapura, Negara dengan Pertumbuhan Jutawan Terbesar


SINGAPURA – Singapura, negara dengan total penduduk hanya lima juta orang, berhasil menjadi negara dengan masyarakat yang menjadi jutawan paling besar. Jutawan di Singapura naik 15,5 persen menjadi 170 ribu rumah tangga dibandingkan 2009.

Pendapatan rumah tangga pertahun Singapura memang hanya sekitar 5.700 dolar Singapura (sekitar USD4.500) di tahun 2010, namun berdasarkan survei yang dilakukan Boston Consulting Group, hampir satu dari setiap enam rumah tangga memiliki aset lebih dari USD1 juta.

Hal tersebut, membuat Singapura menjadi negara dengan penduduk terpadat dan rumah tangga kaya di dunia. Selain itu, pertumbuhan pasar keuangan Singapura disinyalir menjadi yang tercepat di kawasan Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang).

Singapura tumbuh 17,1 persen, diikuti oleh Amerika Utara 10,2 persen. "Saat ini, global wealth berada pada puncaknya sepanjang masa," kata BCG Senior Mitra Monish Kumar seperti dikutip dari Bloomberg Businessweek, Sabtu (4/6/2011).

Deloitte memperkirakan, pada tahun 2015, kemungkinan Singapura akan mengungguli Swiss dalam kekayaan per kapita antara jutawan. Sementara ECA International menuturkan, Singapura sudah menjadi salah satu dari delapan besar lokasi paling mahal di Asia.

Berikut adalah 10 negara dengan pertumbuhan jutawan tertinggi:

1. Singapura , Pertumbuhan jutawan meningkat 15,5 persen dengan 170.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat: 1
2. Swiss, Pertumbuhan jutawan meningkat 9,9 persen dengan 330.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 3
3. Qatar, Pertumbuhan jutawan meningkat 8,9 persen dengan 30.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 2
4. Hong Kong, Pertumbuhan jutawan meningkat 8,6 persen dengan 200.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 4
5. Kuwait , Pertumbuhan jutawan meningkat 8,5 persen dengan 40.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 5
6. Uni Emirat Arab, Pertumbuhan jutawan meningkat 5 persen dengan 50.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 6
7. Amerika Serikat, Pertumbuhan jutawan meningkat 4,5 persen dengan 5,22 juta rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 7
8. Taiwan, Pertumbuhan jutawan meningkat 3,6 persen dengan 280.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 8
9. Israel, Pertumbuhan jutawan meningkat 3,4 persen dengan 80.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 10
10. Belgia, Pertumbuhan jutawan meningkat 3.1 persen dengan 140.000 rumah tangga jutawan. 2009 menempati peringkat 9.
Sumber: Okezone.com

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Perum Wijaya Permai 2